>
>Bismillahirrahmanirrahim, wash shalatu wassalamu 'ala habibina wa sayyidan Muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma'in, amma ba'du:
>
>Ikhlas = memurnikan segala bentuk ibadah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
>
>Riya = beribadah ingin dilihat orang.
>
>
>
>وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ [البينة/5]
>
>Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." Surat Al Bayyinah:5
>
>
>عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً ». رواه أحمد
>
>Artinya: "Dari Mahmud bin Labid radiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takutkan pada kalian adalah syirik ashghar", para shahabat berkata: "Apakah syirik ashghar?", beliau bersabda: "(Ia adalah) Riya, , pada hari kiamat, jika manusia diberikan ganjaran berdasarkan amalan mereka, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada mereka (para pelaku riya): "Pergilah kepada orang-orang yang kalian riya kepada mereka di dunia, dan lihatlah, apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?!. HR. Ahmad dan lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 951)
>
>
>قيل لسهل بن عبد الله التستري – رحمه الله- : أي شيء أشد على النفس؟ فقال: الإخلاص, لأنه ليس لها فيه نصيب.
>
>جامع العلوم و الحكم
>
>
>
>Artinya: "Sahal bin Abdillah At Tasturi (w: 283H) rahimahullah: "Hal apakah yang paling berat bagi diri orang?", beliau menjawab: "Ikhlash, karena diri orang tidak mendapatkan bagian apapun didalam (ikhlas)nya. Kitab Jami'ul Ulum wal Hikam, karya Imam Ibnu Rajab.
>
>maksudnya: Orang yang ikhlash, tidak akan mendapatkan pujian, sanjungan, kehormatan dsb dari manusia, tapi ganjaran pahala dari Allah Ta'ala pasti dia dapatkan. wallahu a'lam.
>
>Bismillahirrahmanirrahim, wash shalatu wassalamu 'ala habibina wa sayyidan Muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma'in, amma ba'du:
>
>Ikhlas = memurnikan segala bentuk ibadah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
>
>Riya = beribadah ingin dilihat orang.
>
>
>
>وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ [البينة/5]
>
>Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." Surat Al Bayyinah:5
>
>
>عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً ». رواه أحمد
>
>Artinya: "Dari Mahmud bin Labid radiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takutkan pada kalian adalah syirik ashghar", para shahabat berkata: "Apakah syirik ashghar?", beliau bersabda: "(Ia adalah) Riya, , pada hari kiamat, jika manusia diberikan ganjaran berdasarkan amalan mereka, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada mereka (para pelaku riya): "Pergilah kepada orang-orang yang kalian riya kepada mereka di dunia, dan lihatlah, apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?!. HR. Ahmad dan lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 951)
>
>
>قيل لسهل بن عبد الله التستري – رحمه الله- : أي شيء أشد على النفس؟ فقال: الإخلاص, لأنه ليس لها فيه نصيب.
>
>جامع العلوم و الحكم
>
>
>
>Artinya: "Sahal bin Abdillah At Tasturi (w: 283H) rahimahullah: "Hal apakah yang paling berat bagi diri orang?", beliau menjawab: "Ikhlash, karena diri orang tidak mendapatkan bagian apapun didalam (ikhlas)nya. Kitab Jami'ul Ulum wal Hikam, karya Imam Ibnu Rajab.
>
>maksudnya: Orang yang ikhlash, tidak akan mendapatkan pujian, sanjungan, kehormatan dsb dari manusia, tapi ganjaran pahala dari Allah Ta'ala pasti dia dapatkan. wallahu a'lam.
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar